Musik Navicula Kampanye Menjaga Alam

0
87
Netsolmind_,musik navicula

Musik Navicula memuat pesan moral untuk selalu menjaga alam. Setiap orang memiliki selera musik yang berbeda-beda. Sama seperti setiap orang bebas memilih selera makanan, hobi, dan jalan hidup yang ingin ditempuh. Musik juga menjadi pilihan bagi setiap orang untuk menemani waktu sibuk dan waktu santai.

Bahkan ada budaya sarapan musik setiap pagi, bagi orang yang suka musik dan hidupnya tampak kendor bila tidak ada lantunan musik. Musik menjadi sarapan, tanpa sarapan musik semua kegiatan yang dikerjakan tidak wah. Ada yang kurang, ada yang tidak menggedor hati dan pikiran untuk menggenjot semangat.

Para pemusik juga memiliki warnanya masing-masing dan menemukan pasar masing-masing. Ada musik dengan tema dangdut koplo, pop, rock, dan segala turunan genre musik yang sangat kaya. Para pemusik juga memiliki pesan dalam setiap lirik lagu yang mereka nyanyikan. Ada yang memproduksi lirik dengan pesan-pesan galau, lirik ekspresi cinta alam, lirik penyampai kritik terhadap negara, lirik penuh optimis, dan lirik penuh kritik sosial.

Bagi kawan-kawan yang sibuk kerja dan ingin mendengarkan lirik lagu yang berisi pesan cinta alam, maka kawan-kawan bisa mendengarkan musik Navicula. Band asal Bali yang liriknya penuh dengan isu lingkungan hidup dan  menumbuhkan rasa cinta kita pada lingkungan.

Berikut, beberapa Judul lagu Navicula tentang lingkungan yang bisa di putar saat bekerja.

Metropolutan

“Kepalaku mau pecah, emosi mau tumpah, kota ini parah. Jalan macet bikin gerah, dikaki gedung pongah, injak siapa yang kalah. Slalu banjir tiap hujan, asap jalan jadi awan, dijantung metropolutan.”

Dari liriknya saja kita sudah bisa mengambail gambaran bahwa ada banyak masalah lingkungan. Mulai dari jalanan yang macet, banjir setiap kali hujan, serta polusi udara. Navicula lewat lirik lagunya, ingin menyebarkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan yang bikin banjir serta tidak membuang limbah industri secara sembarangan.

Baca Juga :  Capek kerja, Tidur Lah

Orang Utan

“Orangutan muda, rumahnya dibelantara, dijaga papa dan mama yang kemaren masih ada. Kini tiada, orang utan muda diculik perambah rimba dibawa paksa ke kota, jadi hiburan manusia. Orangutan murka mengamuk serang manusia, manusia bawa senjata, orangutan tertawa terbang ke surga.”

Lirik-lirik Navicula juga melemparkan fakta tentang banyaknya orang utan yang diburu manusia untuk kepentingan pribadi. Mereka menyuarakan agar didengar banyak orang, bahwa hutan dan isinya harus dijaga, agar kekayaan isi hutan tidak punah.

Supermarket Bencana

“Lahan hijau yang terhambar, di seribu pulau yang berjajar, Indonsia negeri aman sentosa. Tapi jangan lengah kawan, dibalik semua keindahan, ada yang sembunyi tak kelihatan. Buka mata dan telinga, bencana alam mengancam kapan saja dia siap menerkam. Selamatkan bumi, selamatkan diri.”

Musik navicula juga memberi peringatan kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dengan bencana alam. Lewat lagu supermarket bencana merupakan lagu yang membri pesan bagi masyarakat Indonesia agar selalu waspada. Sebab masyarakat Indonesia hidup di wilayah cincin api, yang harus siap dengan pergeseran lempeng, gunung meletus, tsunami dan longsor.