Pentingnya Membuat Bisnis Plan Dan Kerangkanya

0
370
bisnis plan

Bisnis plan merupakan sebuah ringkasan bagaimana bisnis atau usaha akan dijalankan. Rencana ini memuat berbagai aspek penting yang berkaitan dengan jalannya sebuah bisnis baik itu perusahaan atau start up. Berikut adalah ulasan mengenai pentingnya membuat bisnis plan dan kerangkanya.

Pentingnya Membuat Bisnis Plan

Pembuatan bisnis plan berkaitan erat dengan keseriusan seseorang untuk memajukan bisnis lebih cepat. Kemudian dengan memiliki bisnis plan pimpinan akan lebih fokus dalam menjalankan usaha. Merencanakan berbagai kebutuhan dasar dan langkah awal bisa menjadi batu loncatan untuk menjalankan usaha karena arahnya jelas.

Langkah bisnis juga bisa dijabarkan dengan rinci setelah mengetahui tujuan utama bisnis tersebut. Misalnya dalam jangka waktu satu tahun, produk apa saja yang harus dihasilkan, berapa keuntungan yang diinginkan, iklan lewat media apa saja yang akan ditempuh, dan lain sebagainya.

Adanya bisnis plan juga membantu pimpinan untuk menugaskan karyawan. Pembagian pekerjaan tiap karyawan bisa dilakukan dengan rinci dan sesuai dengan kemampuan. Setiap tugas yang diberikan sesuai kemampuan akan memberikan hasil kerja yang baik dan maksimal.

Rencana bisnis ini akan jauh lebih baik jika dibukukan. Hal ini berguna untuk ekspansi bisnis atau menambah mitra kerja. Jika sewaktu-waktu bisnis membutuhkan tambahan dana, dokumen ini akan dapat digunakan sebagai salah satu pelengkap untuk mengajukan pinjaman dana dari berbagai pihak. Dokumen semacam ini akan memudahkan analis keuangan untuk memperkirakan apakah perusahaan yang sedang mengajukan pinjaman mampu mengembalikan uang sesuai ketentuan.

Kerangka Bisnis Plan

Pembuatan bisnis plan tidak sulit. Cukup dengan mengetahui tujuan, rencana, dan beberapa deskripsi produk maka dokumen ini dapat diwujudkan dengan mudah. Berikut adalah kerangka yang bisa dijadikan contoh untuk membuat bisnis plan.

1. Ringkasan Rencana Bisnis

Ringkasan ini berfungsi seperti abstrak dalam karya tulis ilmiah. Isinya adalah sekilas mengenai tujuan bisnis, rencana bisnis, rencana biaya, deskripsi produk dan lain sebagainya. Berikan juga beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa bisnis ini menjanjikan dan sangat bisa berkembang.

Baca Juga :  Bisnis Online Yang Menjanjikan Dan Sangat Menguntungkan

Memberikan pernyataan yang sesuai dengan realita jauh lebih baik daripada mengarang atau terlalu jauh bermimpi. Berikan pernyataan yang sejalan dengan rencana bisnis yang akan dilakukan dalam jangka waktu dekat. Misalnya, jika membuat pernyataan “dalam waktu satu tahun omset yang dicapai diperkirakan sebesar 300 Juta per bulan” , harus didukung dengan data dari rencana produksi, rencana pembiayaan, serta hasil produksi atau keuntungan yang pernah didapatkan.

2. Deskripsi Perusahaan

Pada bagian ini, bisnis plan harus dapat menerangkan lebih rinci mengenai seluk beluk perusahaan. Misalnya tahun berdirinya perusahaan, siapa pendiri atau penggagasnya, kemudian visi dan misi awal pendirian dan lain sebagainya. Deskripsi perusahaan bisa dianggap sebagai pengenalan profil perusahaan.

3. Jasa Atau Produk Yang Ditawarkan

Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk atau jasa yang ditawarkan. Misalnya bisnis bergerak dalam produksi pakaian. Dapat dirinci mengenai model pakaian, bahan yang digunakan, aksesoris tambahan, varian warna dan detil lainnya. Pilihan ukuran yang dijual kemudian penjelasan mengenai bahan yang digunakan juga perlu dituliskan. Ini menunjukkan bahwa pengusaha telah memahami kekurangan dan kelebihan bahan yang dipilih.

Kemudian jika bisnis bergerak di bidang jasa, misalnya cuci sepatu. Dapat dirinci mengenai layanan yang ditawarkan. Seperti pencucian dengan durasi satu hari, beberapa jam atau layanan lainnya. Kemudian bisa juga dijelaskan sabun yang digunakan terbuat dari bahan apa saja. Bagian ini akan lebih baik jika dijelaskan secara rinci. Tujuannya adalah sebagai pedoman untuk menjaga kualitas agar tidak turun.

4. Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran dalam bisnis plan berfungsi seperti peta perjalanan. Dari bagian ini, dapat disajikan data untuk menjadi patokan dimana barang akan dipasarkan. Misalnya jika bisnis bergerak dalam bentuk online, maka pemasaran yang dituliskan dalam bagian ini adalah tempat promosi barang.

Baca Juga :  9 Tips Cara Bisnis Online Yang Jitu

Seperti menunjukkan marketplace tertentu, akun sosial media, hingga website bisnis. Rencana pemasaran akan memudahkan pembaca untuk memperkirakan bagaimana sistem penjualan produk. Kemudian perlu juga dijelaskan mengenai bagaimana cara menarik minat konsumen. Misalnya dengan memberi diskon, hadiah, dan lain sebagainya.

5. Rencana Operasional

Bagian ini terkait dengan bagaimana bisnis berjalan sehari-hari. Jika bisnis mengharuskan adanya proses produksi, maka dalam bagian ini dapat dijelaskan mengenai proses produksi hingga barang sampai ke konsumen. Untuk mempermudah pemahaman bisa juga disajikan grafik atau diagram alur.

Diagram bisa dimulai dengan bagian produksi. Sebagai contoh produksi keripik kentang. Di awal proses, kentang dibersihkan kemudian diiris lalu dimasak dan dicampur bumbu. Setelah itu masuk tahap pengemasan, pelabelan, dan tahapan persiapan pengiriman. Jelaskan dengan apa produk akan dikirim ke reseller atau konsumen. Misalnya melalui ekspedisi pengiriman, atau menggunakan kendaraan perusahaan.

Bagian ini akan membuat pembaca memahami proses apa saja yang terjadi dalam pabrik hingga barang sampai ke konsumen. Kemudian kendala apa saja yang mungkin terjadi sehingga perusahaan membutuhkan perencanaan operasional yang matang atau membutuhkan tambahan dana.

6. Manajemen dan Organisasi

Bagian ini menerangkan tentang susunan manajemen dan organisasi. Siapa saja yang bertanggungjawab di bidang produksi, pemasaran, atau distribusi produk. Berapa karyawan yang sudah atau akan dipekerjakan hingga berapa saham yang bisa diperjualbelikan jika ada.

Pimpinan perusahaan yang bertanggungjawab atas jalannya proses bisnis dari awal hingga akhir harus diperkenalkan dalam bagian ini. Lalu bagian organisasi lain seperti karyawan, admin, sopir, pengemas barang dan posisi pekerjaan lain juga bisa dituliskan atau digambarkan dalam diagram agar lebih menarik.

7. Rincian Biaya Yang Dibutuhkan

Bagian selanjutnya dalam dokumen bisnis plan, menerangkan tentang kebutuhan biaya dalam masa produksi tertentu. Misalnya operasional per bulan mulai dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Berikan data mengenai daftar bahan yang digunakan beserta harga masing-masing bahan.

Baca Juga :  Rekomendasi Bisnis Online Makanan Beserta Tipsnya Agar Laris

Jika ada biaya perawatan alat yang dilakukan per bulan, maka perlu dituliskan juga dalam dokumen. Selain itu, hitung rata-rata biaya pengiriman per bulan melalui ekspedisi. Atau biaya bensin kendaraan yang digunakan untuk mengantar barang ke konsumen atau reseller.

8. Rencana Pembiayaan

Bagian ini menunjukkan sumber dana sementara dan perputaran modal yang telah terjadi. Jelaskan dengan rinci darimana modal berasal. Misalnya dari tabungan pribadi pendiri, pinjaman bank, atau sumber lainnya. Kemudian, jelaskan juga rencana penambahan sumber dana jika dibutuhkan.

Apabila dokumen akan digunakan untuk mengajukan pinjaman dana, bagian ini bisa digunakan untuk merinci kebutuhan tambahan yang diperlukan. Sebagai contoh sebuah perusahaan berencana untuk menambah armada pengiriman. Maka dapat diberi keterangan bahwa pinjaman yang diajukan sebesar beberapa ratus juta akan digunakan untuk membeli satu unit mobil box merk tertentu, demi kemajuan perusahaan dan kelancaran pengiriman.

9. Lampiran Penunjang

Bagian akhir ini berisi foto produk, prestasi perusahaan, dan lampiran yang menunjang untuk persetujuan pinjaman. Bisa juga dilengkapi dengan data atau laporan bulan sebelumnya untuk meyakinkan investor atau pemberi pinjaman.

Kerangka bisnis plan bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pemilik usaha. Kerangka di atas hanyalah contoh untuk memudahkan pembuatan dokumen bisnis plan. Pada dasarnya dokumen rencana bisnis yang baik memuat hal-hal penting terkait dasar pendirian perusahaan, tujuan, rencana pembiayaan, dan produk yang dihasilkan.