Strategi Pemasaran Pariwisata Agar Tempat Wisata Ramai Dikunjungi

0
3284
pemasaran pariwisata

Pemasaran merupakan kegiatan untuk terjadinya proses transaksi antara pemilik jasa/barang dengan konsumen. Sedangkan pemasaran pariwisata diartikan sebagai suatu usaha untuk memudahkan terjadinya transaksi pariwisata bagi suatu golongan masyarakat yang berbeda-beda. Dalam hal ini, pemasaran juga dipandang sebagai proses manajemen suatu badan usaha kepariwisataan untuk mempengaruhi wisatawan agar mengunjungi tempat wisatanya.

Tujuan pemasaran memiliki arti yang berbeda dengan target pasar. Hal ini karena tujuan pemasaran berfokus pada ungkapan filosofis yang ditegaskan oleh badan usaha tertentu. Sedangkan target pemasaran merupakan hasil yang diharapkan dapat dicapai oleh badan usaha tersebut.

Pentingnya Strategi Pemasaran Pariwisata

Strategi pemasaran khususnya dalam bidang pariwisata  sangat perlu untuk dilakukan mengingat banyaknya pesaing yang ada. Salah satu strategi pemasaran yang dapat dilakukan dan dinilai sangat ampuh untuk dilakukan yaitu promosi. Dalam kegiatan promosi seperti pemasangan iklan dan promosi penjualan, suatu badan usaha dapat memperbesar daya tarik produknya kepada wisatawan.

Dengan adanya strategi pemasaran maka para wisatawan akan tahu wisata baru apa yang sedang muncul dan populer. Selain itu, dengan strategi pemasaran yang benar, tempat wisata yang dipromosikan akan berkembang lebih baik dan lebih ramai lagi. Strategi ini membantu para wisatawan untuk mengetahui informasi detail tentang suatu tempat wisata.

Terlepas dari beberapa hal di atas, strategi pemasaran bidang pariwisata membuat tempat wisata memiliki pengawasan yang lebih efektif. Hal ini karena pengelola wisata ingin terus mengembangkan tempat wisata sehingga pengawasan perlu ditingkatkan untuk menciptakan tempat wisata yang nyaman. Strategi pemasaran ini membuat target serta tujuan tempat wisata menjadi lebih terarah.

Strategi Pemasaran Pariwisata

Terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam menyusun strategi pemasaran suatu produk atau jasa. Hal ini berkaitan dengan strategi untuk membuat tempat wisata dapat dikunjungi oleh banyak orang sehingga pengelola tempat wisata memperoleh keuntungan. Berikut adalah strategi pemasaran dalam bidang pariwisata untuk membuat tempat wisata menjadi ramai dikunjungi wisatawan.

Baca Juga :  Macam-Macam Usaha Kecil Rumahan Yang Menggiurkan Dan Keuntungan Menjalankannya

1. Membangun Identitas Tempat Wisata

Salah satu strategi pemasaran yang perlu dipersiapkan adalah membangun identitas tempat wisata. Dalam strategi ini, pengelola wisata dapat mengumpulkan informasi mengenai hal-hal apa saja yang akan ditawarkan kepada wisatawan. Selain itu, pengelola juga perlu menggali informasi mengenai hal yang membuat tempat wisatanya berbeda dengan tempat wisata lain.

Dalam membangun identitas suatu tempat wisata diperlukan informasi yang mendetail mengenai sejarah dan alasan mengapa tempat wisata itu ada. Identitas tempat wisata ini dapat menarik para wisatawan untuk datang mengunjungi tempat wisata karena rasa penasaran akan sejarah tempat wisata tersebut.

Dengan adanya identitas yang pasti tempat wisata itu menjadi terarah dalam hal siapa saja yang dapat mengunjungi tempat wisata tersebut. Selain itu, membangun identitas juga membuat tempat wisata menjadi jelas bagi para wisatawan untuk mengetahui mengapa mereka perlu mengunjunginya. Tempat wisata yang unik dan berbeda selalu menjadi incaran para wisatawan.

2. Menentukan Target Pasar

Strategi pemasaran pariwisata selanjutnya adalah menentukan target pasar. Penentuan ini membantu pengelola mengetahui kepada siapa mereka perlu memasarkan tempat wisatanya. Target pasar sangat berpengaruh bagi keberlangsungan suatu tempat wisata. Penentuan target pasar yang tepat sangat mempengaruhi banyak sedikitnya wisatawan yang datang.

Selain itu, proses pemasaran serta promosi suatu tempat wisata juga tergantung pada siapa tempat wisata itu ditujukan. Target pasar yang jelas akan sangat membantu dalam proses pemasaran sehingga dapat menaikkan jumlah wisatawan. Kesalahan penentuan target pasar dapat berakibat fatal. Hal ini karena dapat membuat tempat wisata sepi pengunjung.

Dalam penentuannya diharapkan pengelola dapat bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengetahui target pasar yang sesuai dengan tempat wisatanya. Selain itu, pengelola juga dapat mengetahui pasaran yang ramai saat ini seperti apa dari mereka. Hal ini juga dapat memudahkan pengelola dalam menentukan target pasar.

Baca Juga :  Bisnis Digital Yang Belum Banyak Pesaing

3. Menetapkan Harga

Penetapan harga merupakan salah satu strategi pemasaran yang penting untuk dilakukan. Harga mencerminkan fasilitas apa saja yang diberikan kepada pengunjung serta pengunjung kalangan seperti apa yang dapat menikmati tempat wisata tersebut. Biaya yang perlu dikeluarkan oleh pengunjung ketika mengunjungi suatu tempat wisata menjadi perhatian tersendiri.

Tidak semua wisatawan yang ingin berkunjung berasal dari keluarga mampu. Hal ini membuat harga menjadi hal penting untuk dipikirkan oleh pengelola. Ditambah lagi jika fasilitas yang ditawarkan oleh tempat wisata tidak sesuai dengan harga yang diberikan. Hal tersebut dapat membuat pengunjung kecewa dan tidak ingin berkunjung lagi.

Oleh karena itu, dalam penentuan harga sebaiknya memperhatikan target pasar atau target pengunjung yang akan mengunjungi tempat wisata. Selain itu, perkirakan harga yang setidaknya mudah dijangkau oleh semua kalangan. Harga yang telah ditetapkan juga sudah menutupi fasilitas yang ditawarkan oleh tempat wisata. Adakanlah harga promosi sesekali untuk menarik wisatawan berkunjung.

4. Merumuskan Unique Selling Proposition (USP)

Unique Selling Point merupakan hal yang membedakan suatu usaha dengan badan usaha lainnya atau suatu produk/jasa dengan produk/jasa lainnya. Suatu badan usaha harus merumuskan USP dalam strategi pemasaran pariwisatanya. Hal ini supaya badan usaha tersebut mengetahui keunikan produk/jasanya, cara membujuk pelanggannya serta memiliki usulan agar diterima orang banyak.

USP sendiri sangat diperlukan dalam bidang pariwisata karena dengan USP, pengelola tempat wisata mengetahui keunikan tempat wisatanya. Keunikan inilah yang akan menarik banyak pengunjung berdatangan. Selain itu, USP membuat pengelola tempat wisata mengetahui cara ampuh untuk membujuk para wisatawan agar berkunjung ke tempat wisatanya.

Bujuk dan rayuan tersebut dapat dengan melebihkan keunikan tempat wisata tersebut serta harga terjangkau yang ditawarkan. Selain itu, pihak pengelola juga dapat menjelaskan tentang fasilitas apa saja yang ada di tempat wisata tersebut. Hal tersebut dapat membuat para wisatawan tertarik dan mengunjungi tempat wisata yang ditawarkan.

Baca Juga :  Strategi Pemasaran Online Untuk Bisnis Dan Keunggulan Menggunakannya

5. Melakukan Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu hal terpenting dalam strategi pemasaran pariwisata ini. Hal ini karena dengan adanya proses pemasaran yang tepat dengan target pasar yang jelas, tempat wisata akan ramai dikunjungi. Selain itu, proses pemasaran yang tepat juga dapat menjadikan tempat wisata yang dipasarkan menjadi ramai dikunjungi.

Pemasaran tidak hanya dapat dilakukan melalui reklame yang ada di pinggir jalan. Pemasaran juga dapat dilakukan melalui sosial media seperti facebook, instagram dan lain sebagainya. Terkenalnya suatu tempat wisata dikalangan para wisatawan tergantung pada proses pemasarannya. Dalam pelaksanaannya, tunjukanlah pula kelebihan serta keunikan dari tempat wisata itu sendiri.

Strategi ini sangat berkaitan erat dengan target pasar yang ada. Oleh karena itu dalam pelaksanaanya proses pemasaran ini disesuaikan dengan target pasar yang telah ditentukan sebelumnya.

Demikian ulasan singkat mengenai strategi pemasaran pariwisata lengkap dengan pentingnya melakukan strategi pemasaran tersebut. Setiap poin strategi yang ada berkaitan satu dengan lainnya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan dalam penetapan dan perumusan tiap poinnya. Kesalahan dalam penentuan strategi pemasaran dapat berakibat pada sedikit atau hampir tidak adanya pengunjung tempat wisata.